Event Details

SELAIN perjuangan fisik, lahirnya Republik Indonesia justru penuh dengan dinamika perjuangan ide dan gagasan. Kaum intelektual memberi sentuhan dan warna dalam proses diseminasi wawasan kebangsaan. Sejak zaman kolonial, peran ini salah satunya ternyata melekat dalam diri para dokter pribumi, yang juga disebut dokter- dokter Hindia Belanda.

Melalui sekolah dokter STOVIA di Batavia dan NIAS di Surabaya, yang kelak menjadi Sekolah Tinggi Kedokteran (Geneeskundige Hoogeschool), mereka tak hanya berkanjang dalam bidang kesehatan, melainkan juga masuk ke ranah pergerakan kemerdekaan. Sederet nama yang selama ini lebih dikenal sebagai pahlawan pergerakan nasional, lahir dari rahim pendidikan dokter profesional. Mereka ikut bergumul dalam masa-masa krisis pada awal lahirnya Republik ini. Siapa saja mereka; bagaimana peran dan jatuh-bangunnya perjuangan mereka dalam fase- fase kritis pembentukan bangsa Indonesia di masa kolonial dan awal kemerdekaan?

Buku ini berfokus pada peran dokter-dokter Indonesia dalam pergerakan nasional di zaman kolonial. Para dokter bangsa ini bahu-membahu merawat dan memastikan Republik yang lahir dalam lingkungan revolusi fisik ini tetap hidup melalui masa-masa krisis di awal kelahirannya. Hans Pols mendokumentasikan secara menyeluruh dan cermat peran para dokter tersebut dan mengabadikannya dalam judul yang tepat, Merawat Bangsa: Sejarah Pergerakan Para Dokter Indonesia.

Sumber: https://www.gramedia.com/products/supersemar-cara-soeharto-mendapatkan-kekuasaan

18,552 Thoughts on “Bedah Buku “Merawat Bangsa” Bersama Hans Pols”