Event Details


Workshop

Kegiatan ini berusaha menelusuri keterkaitan antara perkembangan teknologi dan tantangannya bagi negara-bangsa, melalui refleksi kritis atas proses dan dinamika demokrasi di Indonesia. Pengalaman menyaksikan dan menjalani proses pemilihan umum (legislatif dan presiden) tahun 2019 yang baru saja kita lalui memberikan pelajaran penting tentang bagaimana praktik demokrasi terjadi saat ini. Kita adalah saksi mata sekaligus aktor bagi pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk menggiring opini publik melalui politik identitas.

Tak bisa dipungkiri, karakter demokrasi suatu masyarakat tidak bisa dicerabut dari konteks historis dan geospasial yang membentuknya. Fakta-fakta tersebut memicu diskusi-diskusi tentang ide dan praktik demokrasi selalu dinamis dan tidak pernah mati. Saat ini, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (komputer, Internet, telepon seluler, dsb.) telah menyumbang peran besar bagi model dan karakter partisipasi warganegara dalam demokrasi saat ini, tidak hanya di Indonesia tapi juga secara global. Internet menghembuskan harapan bagi tercapainya suatu masyarakat terbuka, yang ditandai dengan derasnya arus informasi yang melaju melampaui pemahaman konvensional atas dimensi temporal dan spasial. Namun euforia kebebasan ber-Internet bukannya tanpa ekses. Kebebasan tanpa etika membuka peluang bagi penyebarluasan ketakutan dan kebencian personal melalui kanal-kanal privat namun sangat berpeluang bagi pembentukan kelompok-kelompok sosial berbasis identitas.

Menyikapi hal tersebut, Perkumpulan Peneliti Eutenika, Center for Culture and Frontier Studies (CCFS UB) bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Karakter, Universitas MaChung, Malang bermaksud menggelar rangkaian kegiatan kuliah tamu dan workshop bertajuk “Pancasila dan Teknologi: Merumuskan Model Kewarganegaraan Generasi Milenial”.

Tentang Pemateri

Dr. Karlina Rohima Supelli atau lebih dikenal sebagai Karlina Supelli adalah salah satu filsuf perempuan Indonesia. Karlina menempuh pendidikan sarjananya di bidang astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB). Karlina memiliki minat yang dalam terhadap fisika, matematika dan metafisika. Selain itu ia juga memiliki perhatian akan isu-isu kemanusiaan. Karier akademisinya dicurahkan untuk Ilmu Filsafat. Karlina memperolah gelar Doktor dari Universitas Indonesia dengan Disertasi: Wajah-Wajah Alam Semesta, Suatu Kosmologi Empiris Konstruktif di Universitas Indonesia (UI).

Organizer

Eutenika, CCFS Universitas Brawijaya dan Universitas Machung

Kontribusi

Presale 1 – Rp. 200.000,-; Presale 2 – Rp. 250.000

Untuk poster di sini

13,005 Thoughts on “[Workshop] Filsafat Teknologi”